Diabetes meningkatkan risiko penyakit jantung

Read Time:3 Minute, 59 Second

Diabetes adalah salah satu penyakit kronis yang paling banyak diderita di seluruh dunia. Penyakit ini terjadi ketika tubuh tidak mampu mengatur kadar gula darah dengan baik, yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius. Salah satu komplikasi utama diabetes adalah penyakit jantung.

Orang dengan diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskular dibandingkan mereka yang tidak memiliki diabetes. Bahkan, menurut penelitian, sekitar 65% kematian pada penderita diabetes disebabkan oleh penyakit jantung atau stroke. Mengapa diabetes bisa meningkatkan risiko penyakit jantung? Artikel ini akan membahas hubungan antara diabetes dan penyakit jantung serta cara mengelola risiko tersebut.


1. Bagaimana Diabetes Mempengaruhi Kesehatan Jantung?

Diabetes dapat merusak jantung dan pembuluh darah melalui berbagai mekanisme berikut:

a. Kadar Gula Darah yang Tinggi Merusak Pembuluh Darah

Pada penderita diabetes, kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat merusak dinding pembuluh darah. Hal ini menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku dan menyempit, yang meningkatkan risiko aterosklerosis (penyempitan arteri akibat plak lemak).

Aterosklerosis dapat mengurangi aliran darah ke jantung dan otak, yang dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

b. Meningkatkan Tekanan Darah (Hipertensi)

Banyak penderita diabetes juga mengalami tekanan darah tinggi. Hipertensi menambah beban kerja jantung dan mempercepat kerusakan pembuluh darah, meningkatkan risiko serangan jantung, gagal jantung, dan stroke.

c. Meningkatkan Kadar Kolesterol Jahat (LDL) dan Menurunkan Kolesterol Baik (HDL)

Diabetes sering dikaitkan dengan kadar kolesterol LDL (jahat) yang tinggi dan kolesterol HDL (baik) yang rendah. LDL yang tinggi dapat menumpuk di dinding arteri dan menyebabkan plak, sementara HDL yang rendah membuat tubuh lebih sulit membersihkan lemak dari pembuluh darah.

Kombinasi ini meningkatkan risiko penyumbatan arteri dan serangan jantung.

d. Meningkatkan Risiko Peradangan

Diabetes menyebabkan peradangan kronis di dalam tubuh. Peradangan ini dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko pembentukan gumpalan darah, yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.

e. Gangguan pada Fungsi Saraf Jantung (Neuropati Diabetik)

Diabetes dapat menyebabkan neuropati otonom, yaitu kerusakan saraf yang mengontrol fungsi tubuh, termasuk jantung. Neuropati ini dapat membuat penderita diabetes tidak menyadari tanda-tanda awal serangan jantung, seperti nyeri dada.

Akibatnya, serangan jantung sering kali terjadi tanpa gejala yang jelas, sehingga lebih berbahaya.


2. Gejala Penyakit Jantung pada Penderita Diabetes

Gejala penyakit jantung pada penderita diabetes bisa berbeda dengan orang lain. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Nyeri atau tekanan di dada
  • Sesak napas
  • Pusing atau pingsan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki
  • Kelelahan yang tidak biasa

Karena penderita diabetes mungkin tidak merasakan nyeri dada yang khas akibat neuropati, mereka harus lebih waspada terhadap gejala lain seperti kelelahan dan sesak napas.


3. Cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung bagi Penderita Diabetes

Meskipun penderita diabetes memiliki risiko tinggi terkena penyakit jantung, risiko ini bisa dikurangi dengan langkah-langkah berikut:

a. Mengontrol Kadar Gula Darah

Menjaga kadar gula darah dalam rentang normal sangat penting untuk mencegah kerusakan pembuluh darah. Ini bisa dilakukan dengan:

  • Mengonsumsi makanan sehat yang rendah gula dan tinggi serat
  • Menghindari makanan olahan dan minuman manis
  • Memantau kadar gula darah secara rutin
  • Menggunakan obat atau insulin sesuai anjuran dokter

b. Menjaga Tekanan Darah Normal

Target tekanan darah yang ideal untuk penderita diabetes biasanya di bawah 130/80 mmHg. Ini bisa dicapai dengan:

  • Mengurangi konsumsi garam
  • Berolahraga secara teratur
  • Menghindari stres
  • Mengonsumsi obat tekanan darah jika diperlukan

c. Menurunkan Kolesterol Jahat (LDL) dan Meningkatkan Kolesterol Baik (HDL)

Untuk menjaga kadar kolesterol yang sehat, penderita diabetes sebaiknya:

  • Mengonsumsi makanan tinggi serat seperti sayur, buah, dan biji-bijian
  • Menghindari makanan berlemak trans dan lemak jenuh
  • Mengonsumsi ikan berlemak seperti salmon dan tuna yang kaya omega-3
  • Jika perlu, mengonsumsi obat statin sesuai anjuran dokter

d. Berolahraga Secara Teratur

Aktivitas fisik membantu meningkatkan sensitivitas insulin, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan kesehatan jantung. Olahraga yang direkomendasikan meliputi:

  • Berjalan kaki selama 30 menit setiap hari
  • Bersepeda
  • Yoga atau latihan kekuatan ringan
  • Aerobik atau berenang

e. Berhenti Merokok dan Menghindari Alkohol

Merokok mempercepat pembentukan plak di arteri dan meningkatkan risiko serangan jantung. Penderita diabetes harus berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol untuk menjaga kesehatan jantung.

f. Mengelola Stres

Stres dapat meningkatkan kadar gula darah dan tekanan darah. Teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, dan pernapasan dalam dapat membantu mengurangi stres.

g. Rutin Memeriksakan Kesehatan

Penderita diabetes harus rutin memeriksakan diri ke dokter untuk memantau kadar gula darah, tekanan darah, dan kadar kolesterol. Pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) atau tes kesehatan jantung lainnya juga dapat membantu mendeteksi masalah sejak dini.


Kesimpulan

Diabetes dan penyakit jantung memiliki hubungan yang sangat erat. Penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskular akibat kadar gula darah yang tinggi, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol yang tidak seimbang, serta peradangan kronis.

Namun, dengan mengadopsi gaya hidup sehat, menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan mengikuti anjuran medis, risiko penyakit jantung dapat dikurangi secara signifikan.

Bagi penderita diabetes, menjaga kesehatan jantung harus menjadi prioritas utama. Jangan menunggu sampai muncul gejala yang serius—lakukan langkah pencegahan sekarang untuk menjaga kesehatan jantung dan meningkatkan kualitas hidup.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %